IPM Bangkalan

Islam Memuliakan Wanita

Foto wanita muslimah

Pena IPM – Akhir-akhir ini, kita dikejutkan oleh banyaknya berita yang mengabarkan perlakuan tidak manusiawi terhadap wanita. Salah satu contohnya adalah peristiwa tragis yang terjadi di salah satu mahasiswi Universitas Trunojoyo Madura, Madura, di mana seorang wanita dibakar akibat permasalahan asmara yang terlarang. Nau’dzubillah min dzalik.

Kasus lainnya terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB), di mana sekitar 16 wanita menjadi korban pelecehan seksual. Peristiwa ini mencerminkan betapa seriusnya ancaman yang dihadapi wanita dalam kehidupan sehari-hari. Nau’dzubillah tsumma nau’dzubillah.

Perkara tersebut seharusnya menjadi pelajaran bagi seorang lelaki ataupun wanita. Allah menyuruh kita untuk menjaga pandangan dan kemaluan kita dari hal hal yang tidak diridhoi oleh Allah, hal ini terdapat dalam QS An-Nur ayat 30 dimana menyuruh untuk laki-laki untuk menjaga pandangan dan kemaluannya dan ayat 31 menyuruh kaum hawa untuk menjaga kemaluan dan pandangannya dan untuk menutupi hijab sampai dadanya. Nah ini yang seharusnya kaum Adam dan hawa untuk selalu menjaga kemaluan dan pandangannya.

Wanita sungguh mulia, seharusnya bagi kaum Adam untuk menjaganya dan tidak merusaknya. Dalam hadits ada yang mengatakan hadits tersebut doif, namun jika untuk dalam pembelajaran tidak apa apa dan tidak semestinya juga kita mengklaim hadist ini benar.

النساء عماد البلاد إذا صلحت صلح البلاد وإذا فسدت فسد البلاد

“Wanita adalah tiang negara, apabila wanita itu baik maka akan baiklah negara dan apabila wanita itu rusak, maka akan rusak pula negara.”

Karena jika wanita telah rusak, maka akan melahirkan anak-anak yang rusak pula. Bukankah wanita itu adalah madrasah (sekolah) pertama bagi anak-anaknya? Betapa mulianya wanita, hingga dalam Al-Qur’an terdapat satu surat yang diberi nama An-Nisa.

Di dalam Al-Qur’an pula, Allah berulang kali memerintahkan kepada muslimah agar menjaga aurat dan suaranya. Banyak pula kisah dalam Al-Qur’an yang menceritakan peran penting para ibu dari para nabi, seperti ibu Nabi Musa dan ibu Nabi Isa.

Dalam organisasi pun, banyak yang menggunakan nama perempuan sebagai simbol kemuliaan. Di Muhammadiyah, ada organisasi otonom bernama ‘Aisyiyah, dan pemudinya diberi nama Nasyiatul ‘Aisyiyah. Dalam Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), terdapat bidang istimewa yang diberi nama bidang Ipmawati, yang mengkhususkan perhatian pada pelajar perempuan. Istri Rasulullah yang bernama Aisyah juga dikenal sebagai periwayat hadits terbanyak dari kalangan perempuan.

Maka, dari berbagai kisah dan peristiwa yang telah berlalu, kita sepatutnya belajar. Kita harus menjaga adik, kakak, serta saudara perempuan kita dari hal-hal yang tidak diinginkan. Perempuan juga selayaknya disibukkan dalam menuntut ilmu, karena jika tidak disibukkan dengan ilmu, mereka bisa disibukkan dengan perasaannya. Oleh sebab itu, sibukkanlah mereka dengan hal-hal yang bermanfaat.

Bagi laki-laki, mereka juga diperintahkan untuk menjaga diri dari fitnah wanita. Sebagaimana Rasulullah saw. bersabda bahwa fitnah terbesar bagi laki-laki adalah fitnah wanita. Maka, kita sepatutnya tidak tergiur dan belajar dari kisah Nabi Yusuf yang digoda oleh Zulaikha.

Semoga Allah melindungi kita, keluarga, sahabat, dan saudara kita dari perbuatan serta fitnah yang dapat merusak amal kita. Semoga pula Allah memberikan hidayah agar kita senantiasa berada di jalan yang lurus dan diridai-Nya.(Aryo)

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *