foto iktiqaf di masjid
Pena IPM – Sebentar lagi Romadon akan berlalu, bahkan nanti malam kita akan memasuki malan ke 29, Romadon bulan yang dimana diturunkan Al Qur’an, semua amal ibadah dilipatgandakan, sebentar lagi akan usai.
Allah berfirman dalam QS Al Baqarah ayat yang ke 183
يا أيها الذين امنوا كتب عليكم الصيام
Wahai orang yang beriman diwajibkan….
Kita perhatikan kalimat امنوا.. dengan kalimat يا ايها الناس Dalam tafsir nya Buya hamka di tafsir Al Azhar. Beliau menyebutkan bahwasanya sahabat nabi seorang ahli tafsir Abdullah bin Mas’ud mengatakan, jika kalimat dimulai dengan امنوا berarti kalimat tersebut penting bagi orang yang percaya aja. Sebab hanya orang yang beriman saja yang mampu melaksanakan puasa yang lain tidak. Seakan-akan Allah mengatakan wahai orang yang mengaku beriman dalam diri mereka. Diwajibkan atas kalian berpuasa, kata كُتِبَ dimajhulkan pertanyaannya siapa yang mewajibkan. Yaitu dalam domirnya هو yaitu Allah SWT. Sebagaimana diwajibkan umat terdahulu, disebutkan dalam tafsir seperti, kaum yahudi, nabi Musa dan ummat terdahulu.
لعلكم تتقون… agar kalian bertaqwa. Jadi hakekat berpuasa itu mendidik kita menjadi pribadi yang bertaqwa.
Kita digembleng dan di didik dalam bulan puasa tidak lain untuk menjadi pribadi yang bertaqwa dan selalu takut dan waspada terhadap melakukan hal hal yang diharamkan oleh Allah.
Tidak harus bulan Romadon saja kita bertakwa namun hakekat takwa itu continue terus menerus. Kita menjaga syahwat kita gak hanya bulan Romadon namun dibulan yang lain kita harus menjaga seperti bulan romadon. Tidak hanya bulan Romadon saja kita bertakwa namun di bulan yang lain kita pertahankan
Selayaknya kita pergunakan dengan sebaik mungkin, karena dalam hadist riwayat Bukhori disebutkan. Rasulullah bersabda
نعمتان مغبون فيهما كثير من الناس الصحة والفراغ….
Ada 2 kenikmatan orang lalai dari padanya yaitu nikmat sehat dan waktu luang.
Jangan sampai kita menyianyiakan waktu luang dan waktu sehat kita di bulan suci ini dengan hal yang tidak bermanfaat.
Rasulullah bersabda:
رَغِمَ أَنْفُ عَبْدٍ – أَوْ بَعُدَ – دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ فَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ
Celakalah seorang yang berjumpa dengan bulan Ramadhan, kemudian Ramadhan itu berakhir dalam keadaan Allah SWT belum mengampuni dosa-dosanya”.
Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan Imam Ahmad, ketika Rasulullah SAW akan menaiki mimbar untuk khutbah Jum’at, pada anak tangga pertama beliau mengucapkan aamiin.
Ketika naik pada anak tangga kedua beliau juga mengucapkan aamiin, begitu juga pada anak tangga ketiga beliau mengucapkan aamiin.
Setelah selesai shalat, para sahabat kemudian bertanya, ”Wahai Rasulullah, mengapa engkau mengucapkan amin pada anak tangga pertama sampai ketiga ?”
Rasulullah SAW menjawab, “Pada anak tangga pertama aku mengucapkan amin, karena malaikat Jibril membisikkan kepada ku, celakalah dan merugilah orang yang ketika disebut namamu wahai Muhammad, dia tidak bershalawat kepadamu.”
Lalu saya katakan aamiin.
“Celakalah dan merugilah orang yang tinggal bersama kedua orang tuanya tetapi tidak membuatnya masuk surga.”
Lalu saya katakan aamiin
Dan pada anak tangga ketiga aku mengucapkan amin, karena malaikat Jibril membisikkan kepadaku,
“Celakalah dan merugilah orang yang melaksanakan ibadah shaum di bulan Ramadhan, tetapi Allah tidak mengampuni dosa-dosanya.”
Lalu saya katakan aamiin
Hanya sebatas menahan dahaga dan lapar saja.
Jika kita perhatikan kalimat رمضان Apa arti Romadon. Romadon dalam pakar bahasa dari kata رَمَضٓ ditambah Alif nun jadi رمضان yang berarti panas yang membakar.
Jadi orang arab keluar mengakatan kalau panas رَمَضَتِ الشمسُ panasnya luar biasa sampai kertas terbakar. Maka seakan-akan maknanya menurut pakar hadis Qur’an dan bahasa. Menyimpulkan. Maknanya yaitu di bulan Romadon membakar semua dosa dan kesalahannya.
Seakan-akan Allah mengatakan kepada kita dibulan Romadon saya hapuskan atau bakar atas dosa yang kalian perbuat
Jadi tidak ada alasan kita menyia nyiakannya
Kita tanamkan di benak kita, mungkin ini Romadon terakhir bagi kita, belum tentu kita bertemu dengan Romadon yang akan datang. Kita liat teman atau saudara kita, atau bahkan sahabat kita, Allah Wafatkan terlebih dahulu, padahal Romadon tahun kemarin kita bersama-sama menjalankan ibadah puasa bersama tetapi Allah mencabutnya terlebih dahulu, maka selayaknya kita pergunakan dengan semaksimal mungkin dengan hati yang ايْمانا واحتسابا (dengan iman dan penuh mengharapkan pahala dr Allah). Dan sampai Romadon terakhir ketika kita maksimalkan dengan penuh mengharapkan Rido Allah. Maka kita akan mendapatkan predikat takwa yang sesungguhnya, JANGAN SIA SIAKAN DIPENGUJUNG ROMADON, PERGUNAKAN UNTUK MEMOHON AMPUNAN KEPADA ALLAH.
Penulis : IPMawan Aryo